Rabu, 13 Januari 2016

curhat versi bahasa banjar

Catatan hati rahatan menunggu banyu
ledeng keluar... kumaraw lws banar, ky pelem
india.. lawas bajogetnya drpd pendernya...
lws bnr hanyar tuntung..
Ayuha... mulai...
Talu tahun sdh kita ampihan Hahawayan kubulangkir futu2 kenangan kita
Kilir2an banyumataku
Maitihi kenangan yg belapak difutu2 nitu
Muha kita badua kalihatan bahagia banar
Kuitihi janak2 gbr ikam takurihing sambil
bahambin dibalukukku Saking lebarnya kurihing ikam, sampai
sampuk hujung bibir kauhujung talinga
sangking lebarnya
Ingatkah ikam rahatan ulang tahun km yg ke
21, aku ditingkalung abah ikam lwn kayu
pamangkih, nahap bnr kana lintuhutku...ma rga talambat maantar ikam bulik matan
pantai juduh.. sapaingatku jam 2 tangah mlm
ikam kuantar bulik tu... sampai wahini msh
rinyut2 mun hari dingin lintuhutku ni.
Ingatkah ikam waktu acil galuh marimbat2
menyariki aku gr2 manulis ngaran kita badua ditawing warung sidin.. eh..sidin hanyar naik
haji smlm, aku dibarii sidin kupiah, tp tatap
ae aku sangkal lwn sidin biar dibari kupiah..
Jam 12 tangah mlm dah... ahak2 hinakku
sambil mencelengi gbr kita.. ne gr2 beroko
ja.. isuk aku ampih dah nukar roko... minta ja..
Wahini km dimana aku kd tahu, tp aku msh
mengganang ikam pang
Eh.. kd ingat, smlm aku dpt kenalan di
fesbuk, balu jar. Gamah am.. biar balu asal
rasa bujang.. bautnya longgar saikit kdpp.. kw ja dipalar..
Uma heh.. kaganangan bnr aku... lwn muha
ikam, suara ikam, gagawayan kucari di
fesbuk ngaran km, kdd..
Kucari di camfrog, klo pina yg show tu ikam,
kdd jua.. palar yg ada ae.. eh layaw jdnya nah, ayuja.. isuk pulang acara mengganangnya,
mamaku mangiau sdh.. disuruh sidin
menukarakan ubat nyamuk... sidin tuha bnr
sdh, kd kw meminandui mana gatal gr2 igutan
nyamuk, mana gatal gr eksim... kasian sidin...
yuja dulu... wahai mantan terindah.. Saking indahnya.. km putusi aku.
(sumber: humor mahalabiu)

Apa Salahnya Jadi Sales Force

 Fulan, baru lulus dari perguruan tinggi
ternama dengan predikat terbaik. Berniat
merantau ke kota dan ingin sukses. Secara
kebetulan dia bertemu dengan seorang
pimpinan perusahaan besar , dan bercerita
tentang keinginannya mencari pekerjaan. 
Melihat resume nilai dari perguruan tinggi,
pendek kata di Bos sepakat untuk
mempekerjakan Si Fulan. Gaji yang sangat
menggiurkan dan fasilitas yang disediakan
sangat wah, ruangan ber AC plus peralatan
kerja lengkap dan mobil mewah sebagai kendaraan dinasnya. Tentu saja tanpa
banyak bertanya si Fulan menerima
penawaran ini. “Besok, datang tepat jam 8 pagi, dengan jas
lengkap dengan dasinya.” kata Si Bos sambil
memberi uang secukupnya untuk membeli jas
dan dasi. Esok paginya si Fulan datang sebelum jam 8
pagi. ” Wah, rajin sekali kau Fulan,” kata si
Bos. Fulan tersenyum bangga. “Apa pekerjaan saya, Pak?” kata si Fulan ” Kamu saya angkat jadi Direktur
Pemasaran,” kata si Bos Si Fulan tersenyum puas… Dan segera
menempati ruang kerjanya yang dingin dan
nyaman. Belum lama menikmati ruangannya,
tiba-tiba pintunya di ketok. Rupanya Manager Marketing yang datang,
setelah berbasa-basi, Pak Manager segera
menyampaikan permasalahannya. ” Begini, Pak. Semua customer kita complain
dengan barang kita yang terakhir datang.
Mereka ingin membatalkan seluruh order,
tapi rasanya tidak mungkin, perusahaan kita
bisa colaps kalau begini pak, Bagaimana
solusinya??” Kata Pak Manager. Tentu saja permasalahan yang begitu tidak
didapat bangku kuliah. Fulan bimbang, dan
belum dapat memutuskan apapun. Belum
lama setelah manager marketing keluar,
datang Manager Service, dengan
permasalahan yang lain. Lagi-lagi si Fulan tidak dapat memutuskan, karena masalah-
masalah teknis seperti itu tidak di dapat di
bangku kuliah. Begitu seterusnya, hingga
waktu pulang tiba, banyak permasalahan
yang belum bahkan tidak dapat di putuskan. Sore harinya, si Bos bertanya tentang
pekerjaan Fulan, kata Fulan,” Maaf Bos,
saya belum bisa menjabat sebagai Direktur,
saya kan baru lulus.” Akhirnya si Bos memerintahkan si Fulan
pulang dan datang esok hari dengan memakai
pakaian formal tanpa jas. Si Fulan pun
setuju. Keesokan harinya… “Kamu sekarang jadi Manager Publik
Relation,” Kata si Bos. Si Fulan pun setuju. Ternyata, kurang lebih sama dengan ketika
menjabat sebagai direktur. Kali ini para
supervisor yang mengemukakan
permasalahan teknis, yang hampir tidak di
sentuh di bangku kuliah. Hingga sore haripun
tiba. Saat si Bos menanyakan pekerjaannya si Fulan pun, meminta tidak menjabat
manager dulu. Akhirnya, si Bos mendaulat
dia untuk menjabat menjadi Supervisor
dengan fasilitas yang dikurangi. Si Fulan
pun setuju. Ternyata menjadi supervisor pun tidak
semudah yang dia banyangkan… Karena
banyak ilmu di bangku kuliah yang langsung
bisa diterapkan. Sore hari ditanya si Bos,
Fulan minta pekerjaan yang lebih ringan. Ok… kata si Bos. Besok kamu datang, kamu
naik angkot saja karena semua fasilitas saya
tarik. si Fulan setuju. Esok harinya,
bertemu dengan si Bos, fulan bertanya, apa
pekerjaan dia? Kata si Bos,”Kamu jadi Sales !” Si Fulan marah-marah, “Saya ini lulusan
terbaik di universitas, kok saya jadi
sales??!” Si Fulan langsung pergi meninggalkan si Bos
yang terbengong-bengong kebingungan.
Sampai di luar… Fulan bingung mau kemana. Apa salahnya kerja jadi Sales? Saya juga
mulai dari sales dan banyak sekali yang saya
dapatkan dari bidang pekerjaan ini. (untuk yang membenci pekerjaan sales) Jika Anda tersentuh dengan renungan di
atas, tolong “share” renungan ini ke teman-
teman yang lain agar mereka juga dapat
memetik hikmah yang ada pada cerita di
atas. Semoga dapat bermanfaat bagi
kehidupan kita, terimakasih. ( Sumber : ekojuli.wordpress.com )

Jumat, 11 Desember 2015

SKRIPSIKU BERTEMAKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM by EL-tarim


bisakah aku meneliti tentang agama islam, sedangkan aku tidak memiliki pengetahuan tentang islam
bisakah aku meneliti tentang sifat terpuji, sedangkan aku tidak memiliki sifat terpuji
bisakah aku meneliti tentang kemampuan guru, padahal aku tidak memiliki kemampuan seperti itu
bisakah aku meneliti tentang pemikiran tokoh pendidikan, sedangkan aku malas berpikir tentang pendidikan
bisakah aku berdebat dengan dosen yang telah melahap ribuan buku, sedangkan aku, hanya mengunyah selembar buku
bisakah aku menyusun skripsi, sedangkan cara mengetik aku tak tahu.

Rabu, 09 Desember 2015

Hape Jadul


Sekitar tahun 2005 silam, saya memiliki HP pertama dengan tipe nokia 3315, mungkin pada zaman sekarang bisa dibilang HP seperti itu sudah pantas menjadi penduduk museum.
Fitur yang diberikan hanya untuk menelpon dan sms (short message service) berbeda dengan hp zaman sekarang dengan fitur yang canggih sehingga fungsinya bukan hanya telpon dan sms namun juga bisa sebagai kamera, berinternet bahkan bisa untuk menonton tv.
Menelpon dan sms erat kaitannya dengan berbicara dan menulis. Ada orang yang hebat berbicara, hebat berorasi sehingga kata-katanya itu mampu memukau banyak orang. Ada juga orang yang memiliki kemampuan menulis yang baik, mampu menghipnotis orang dengan tulisannya sehingga pembaca seolah merasa berimajinasi berjalan-jalan kedunia baru.
Berbicara atau pun menulis merupakan prilaku yang berhubungan dengan sosial. Berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu perlu tatakrama dalam penggunaannya. Ketika berbicara hendaklah dengan sopan, bayangkan jika ada orang yang berbicara dengan anda secara kasar. Tentu anda merasa gusar dan tidak enak. Namun jika ada orang yang berbicara dengan anda dengan sopan dan lembut laksana rayuan maut seorang laki-laki dengan wanita idamannya. Tentu anda akan merasa senang. Bapak Mario Teguh pernah menulis dalam memenya yang berbunyi “Janganlah melakukan sesuatu yang anda tidak ingin perbuatan itu dilakukan kepada anda”.
Sekarang ini pengguna sosial media menjamur dimana-mana bagaikan butiran pasir di sahara. Mereka dengan mudahnya menulis kegundahan dan suasana hati di beranda rumah alam maya. Sehingga tidak jarang dibaca banyak orang, ada yang menanggapi, ada yang peduli bahkan ada yang cuek.
Menulis juga perlu disisipi dengan tatakrama dan sopan santun, tahun 2014 yang lalu di media diberitakan bahwa ada orang dengan sebab tulisannya masuk penjara karena menghina orang lain, menghina agama atau mengancam kejahatan, dan ada juga orang dengan sebab tulisannya bisa menjadi kaya raya seperti membuat karya tulis ilmiah, menulis buku, atau menulis testimoni produk di situs onlineshop.
Oleh karena itu Siapapun anda, jika memiliki kemampuan berbicara atau menulis atau bahkan kedua, maka gunakanlah dengan bijak, buatlah hal-hal yang positif, buatlah kemampuan anda, kekuatan anda untuk merubah orang lain menjadi baik, karena tidak semua orang memiliki kemampuan seperti anda.